Rabu, 25 September 2013

TOKOH KREATIF YANG SAYA KAGUMI




Menurut saya tokoh kreatif yang membuat saya kagum yaitu seseorang yang membuat film animasi  Upin-Ipin asal Malaysia. Hasil karya tersebut dibuat oleh karya anak Indonesia sendiri yaitu yang bernama Marsha Chikita, panggilannya Kiki.  Marsha chikita adalah putri dari Ikang Fawzi penyanyi rocker ternama tanah air. Isi dari film animasi itu adalah kisah dua anak kampong kembar yang sederhana, lugu, dan lucu. 

Dari pengalaman tokoh kreatif diatas dalam membuat karya animasi Upin-Ipin ini, saya akan kaitkan dengan 4P strategi perkembangan kreativitas, yaitu :

1.      Pribadi
Unsur pribadi dari tokoh kreatif Marsha Chikita ini adalah berasal dari dirinya sendiri. Dia mengatakan bahwa dia ingin bekerja sambil kuliah yang dimana dunia pekerjaannya juga sesuai dengan jurusannya di Multimedia University (MMU), Putrajaya, Malaysia yaitu tentang desain-desain animasi juga. Sehingga dapat mengembangkan bakat yang didapatnya di perkuliahan ke dunia kerjanya.
 
2.      Pendorong (Press)
Yang menjadi pendorong Marsha Chikita ini untuk menbuat hasil kreativitasnya ini adalah berasal dari dirinya sendiri. dia ingin saat dia kuliah, dia juga bekerja. Sehingga dikatakan kuliah sambil bekerja. Jadi dari pengetahuan yang didapatkannya di perkuliahan yang mengarah sesuai dengan jurusan yang dipelajarinya tentang desain-desain animasi, dia juga bisa mengembangkan bakat mendesain animasi di ruang lingkup pekerjaan yang bisa dari bakatnya tersebut menghasilkan uang yaitu mencari peluang di setiap waktu yang ada tanpa menyianyiakannya.
 
3.      Proses
Sebelum membuat kreativitas film animasi ini, pertama dia ditawari seniornya mendaftar di Las’ Copaque Production, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang animasi, kreatif, dan film. Saat melamar pekerjaan itu, kiki mengaku merasa deg-degan dan memberanikan diri mendatangi perusahaan tersebut tadi seorang diri. Akhirnya setelah diwawancarai, kiki pun diterima di perusahaan tersebut yaitu perusahaan yang berada di Malaysia. Kiki bergabung bersama sekitar 20 animator dan dia merupakan satu-satunya orang Indonesia. Sehingga dengan melihat kemampuan kiki yang baik dan meningkat di perusahaan tersebut, akhirnya perusahaan tersebut mengangkat kiki sebagai karyawan dengan gaji yang lebih besar. Kiki ditempatkan di bagian komposter yakni yang khusus menangani efek visual, termasuk pewarnaan pada animasi agar terlihat sempurna. Sehingga di perusahaan tersebut, kiki banyak mendapat banyak ilmu baru yaitu salah satu nya adalah tentang bagaimana membuat animasi yang baik, bekerja secara tim, dan membuat animasi yang mengajarkan tentang moral kepada anak-anak. Saat kiki cuti kuliah, kiki diminta oleh perusahaannya untuk membuat atau mempersiapkan Upin-Ipin dalam bentuk layar lebar dan kemudian akhirnya masuklah film Upin-Ipin yang memberi hal baru dalam film anak-anak Indonesia. Dalam salah satu tokoh di dalam film tersebut seperti Shanty, kiki membuat wajahnya seperti polesan dari wajah orang Indonesia dan memasukkan yang lainnya juga seperti kue bakpia, semprong, dan keripik ceker ayam dalam film tersebut.
 
4.      Produk
Produk kreativitas dalam tokoh kreatif ini adalah pembuatan Upin-Ipin yang sukses di pasaran khususnya di wilayah Indonesia. Sehingga kiki sangat bersyukur sekali, merasa sangat senang, dan tidak menyangka hasil karyanya disukai masyarakat terlebih khususnya untuk anak-anak.

PENGEMBANGAN KREATIVITAS 2





BAB II : PENDEKATAN EMPAT P DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS
A.    Makna dari Pengembangan Kreativitas
Mengapa kreativitas begitu bermakna dalam hidup? Mengapa kreativitas perlu dipupuk sejak dini dalam diri anak didik?
1. Karena dengan kreasi orang dapat mewujudkan (mengaktualisasikan) dirinya, dan perwujudan/aktualisasi diri merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia (Maslow, 1967)
2. Kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan (Guilford, 1967)
3.      Bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat (bagi diri pribadi dan bagi lingkungan) tetapi juga memberikan kepuasaan kepada individu.
4.      Kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

B.     Teori Empat P yang Melandasi Pengembangan Kreativitas
1.      Teori tentang Pembentukan Pribadi Kreatif
a.       Teori Psikoanalisis
·         Teori Freud
Menjelaskan bahwa proses kreatif dari mekanisme pertahanan, yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima.
·         Teori Kris
Menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih ke perilaku sebelumnya yang akan member kepuasan, jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak member kepuasan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif.
·         Teori Jung
Jung (1875-1961) percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi

b.      Teori Hmanistik
·         Teori Malow
Abraham Maslow (1908-1970) mengatakan bahwa manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
·         Teori Rogers
Menurut Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi dari pribadi yang kreatif ialah:
§  Keterbukaan terhadap pengalaman
§  Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
§  Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep

c.       Ciri-ciri Kepribadian Kreatif
·         Imajinatif
·         Mempunyai prakarsa
·         Mempunyai minat luas
·         Mandiri dalam berpikir
·         Melit
·         Senang berpetualang
·         Penuh energy
·         Percaya diri
·         Bersedia mengambil risiko
·         Berani dalam pendirian dan keyakinan

2.      Teori-teori tentang “Press”
a.       Motivasi untuk kreativitas
Pada setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya, untuk mewujudkan dirinya; dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang.

b.      Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif
Menurut pengalaman Rogers dalam psikoterapi, penciptaan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis memungkinkan timbulnya kreativitas yang konstruktif.

3.      Teori tentang Proses Kreatif
a.       Teori Wallas
Dikemukakan tahun 1926 dalam bukunya “The Art of Thought” yang menyatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap yaitu :
ü  Persiapan
Seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang, dsb.
ü  Inkubasi
Tahap dimana individu seakan-akan melepaskan diri untuk sementara dari masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tidak memikirkan masalahnya secara sadar tetapi “mengeramnya” dalam alam pra-sadar.
ü  Iluminasi
Tahap timbulnya “insight” atau “Aha-Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru, beserta proses-proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi/gagasan baru.
ü  Verifikasi
Tahap dimana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas.

b.      Teori tentang belahan otak kanan dan kiri
Hampir setiap orang memiliki sisi yang lebih dominan. Maka dikatakan bahwa otak dikuasai oleh hemisfer yang bertentangan. Pada umumnya orang lebih biasa menggunakan tangan kanan (berarti dominasi belahan otak kiri). Tetapi ada orang-orang yang termasuk kidal (left-handed). Dihipotesiskan bahwa belahan otak kanan terutama berkaitan dengan fungsi-fungsi kreatif, sehingga terjadi “dichotomania” membagi-bagi semua fungsi mental menjadi fungsi belahan otak kanan atau kiri.

C.     Strategi 4P dalam Pengembangan Kreativitas
1.      Pribadi
Kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Dari ungkapan pribadi yang unik dapat diharapkan timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif.

2.      Pendorong (Press)
Bakat kreatif siswa akan terwujud jika ada dorongan dan dukungan dari lingkungannya, ataupun jika ada dorongan kuat dalam dirinya sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu.

3.      Proses
Untuk mengembangkan kreativitas, anak perlu diberi kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif. Pendidik hendaknya dapat merangsang anak untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan kreatif, dengan membantu mengusahakan sarana prasarana yang diperlukan sehingga yang terpenting ialah member kebebabas kepada anak untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif dengan syarat tidak merugikan orang lain atau limgkungan.

4.      Produk
Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungan, yaitu sejauh mana keduanya mendorong (“press”) seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (kesibukan, kegiatan) kreatif.