Senin, 16 Mei 2011

 Paedagogi dan Andragogi

PAEDAGOGI
Paedagogi berasal dari bahasa Yunani “paedagogia“ yang berarti pergaulan dengan anak-anak. Sedang paedagogos ialah seorang pelayan pada jaman yunani kuno yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak-anak sekolah. Paedagagos berasal dari kata “paid” yang artinya “anak” dan “agogos”yang artinya “memimpin atau membimbing”. Dari kata ini maka lahir istilah paedagogi yang diartikan sebagai suatu ilmu dan seni dalam mengajar anak-anak. Dan dalam perkembangan selanjutnya istilah paedagogi berubah menjadi ilmu dan seni mengajar.
ANDRAGOGI
Andragogi adalah proses untuk melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Istilah ini awalnya digunakan oleh Alexander Kapp, seorang pendidik dari Jerman, di tahun 1833, dan kemudian dikembangkan menjadi teori pendidikan orang dewasa oleh pendidik Amerika Serikat, Malcolm Knowles (24 April 1913 -- 27 November 1997).
Andragogi berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengarahkan orang dewasa dan berbeda dengan istilah yang lebih umum digunakan, yaitu pedagogi yang asal katanya berarti mengarahkan anak-anak.
Teori Knowles tentang andragogi dapat diungkapkan dalam empat postulat sederhana:
  1. Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar).
  2. Pengalaman (termasuk pengalaman berbuat salah) menjadi dasar untuk aktivitas belajar (konsep pengalaman).
  3. Orang dewasa paling berminat pada pokok bahasan belajar yang mempunyai relevansi langsung dengan pekerjaannya atau kehidupan pribadinya (Kesiapan untuk belajar).
  4. Belajar bagi orang dewasa lebih berpusat pada permasalahan dibanding pada isinya (Orientasi belajar).
Istilah andragogi telah digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara pendidikan yang diarahkan diri sendiri dengan pendidikan melalui pengajaran oleh orang lain.Andragogi berasal dari bahasa Yunani yaitu “andr” yang artinya orang dewasa, dan “agogos” yang artinya membimbing atau memimpin. Dari arti kata tersebut, berkembang pengertian bahwa andragogi adalah suatu ilmu dan seni dalam membantu orang dewasa belajar.

Paedagogi dan Andragogi.

Ada asumsi yang mendasar mengenai asumsi yang digunakan oleh paedagogi dan andragogi. Asumsi tersebut antara lain :

1. Konsep diri
Konsep diri atau kepribadian, pada paedagogi dikatakan bahwa anak sangat tergantung kepada pihak lain, hampir seluruh kehidupannya diatur oleh orang dewasa, baik di rumah, di sekolah, maupun di tempat lain. Oleh karena itu pada paedagogi, peserta didik dianggap masih belum mampu untuk mengatur dirinya sendiri.
Pada andragogi, peserta didik dianggap sudah dewasa, sehinga konsep diri atau kepribadiannya berkurang ketergantungannya kepada orang lain. Ia memandang dirinya sudah mampu untuk mengatur dirinya sendiri, sehingga dalam proses pendidikan, para pendidik hanya sekedar mengarahkan.

2. Pengalaman
Pengalaman pada anak-anak adalah sesuatu yang terjadi pada dirinya. Ini berarti pengalaman pada anak-anak merupakan rangsangan yang berasal dari luar, dan mempengaruhi dirinya. Akan tetapi untuk orang dewasa pengalaman itu adalah dirinya sendiri. Perbedaan pengalaman ini menimbulkan konsekwensi dalam proses belajar yaitu :
a.        Karena orang dewasa lebih kaya pengalamannya, maka proses belajar pada mereka lebih ditekankan kepada teknik yang sifatnya menyerap pengalaman mereka, seperti diskusi, seminar, konferensi kerja, dan sebagainya

b.      Penekanan dalam proses belajar untuk anak-anak lebih ditekankan pada pengisian, karena mereka belum banyak pengalaman. Akan tetapi untuk orang dewasa, pada aplikasi praktis yang yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Kesiapan dan orientasi untuk belajar
Kesiapan untuk belajar pada anak-anak masih relatif rendah, karena umumnya mereka masih relatif suka bersenang-senang, bermain dan sebagainya, begitu juga tuntutan mereka tidak terlalu besar. Berbeda dengan orang dewasa, di mana tuntutan tanggung jawab makin besar, sehingga kesiapan belajar akan lebih tinggi.
Orientasi belajar anak-anak cenderung untuk mengumpulkan semua pengetahuan dan keterampilan, dan kelak akan dapat diterapkan. Berbeda dengan orang dewasa, apa yang dipelajari, secepat mungkin untuk dapat diterapkan.
Berdasarkan tersebut di atas, maka implikasi dalam proses belajar adalah sebagai berikut

a.       Para pendidik untuk anak-anak lebih proaktif, karena rangsangan dari para pendidik,
sangat mempengaruhi terhadap kesiapan dan orientasi belajar mereka. Pada orang dewasa pendidik berperan sebagai teman, yang siap memberikan bantuan kepada orang yang belajar, karena mereka sudah siap dan segera dapat mengaplikasikannya.

b.      Kurikulum dalam pendidikan untuk anak-anak berorientasi pada mata pelajaran yang sifatny hafalan. Sedang untuk orang dewasa berorientasi pada pemecahan masalah, karena mereka sudah siap untuk belajar dalam pemecah berdasarkan pengalamannya.

Sekian postingan  saya ………………….


Sumber  : - kartika71tik.blogspot.com/2011/.../paedagogi-dan-andragogi.htm
                 - id.wikipedia.org/wiki/Andragogi

Senin, 25 April 2011


PSIKOLOGI PENDIDIKAN DENGAN PSIKOLOGI SEKOLAH

PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia belajar dalam pendidikan pengaturan,efektivitas intervensi pendidikan,psikologi pengajaran dan psikologi sosial dari sekolah sebagai organisasi.Psikologi berkaitan dengan bagaiman siswa belajar dan berkembang,dan sering terfokus pada subkelompok seperti berbakat anak-anak dan mereka yang tunduk pada khusus penyandang cacat.
Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut beberapa para ahli yaitu :
1.      Hubungan antara psikologi dengan guru
2.      Managemen kelas:perkembangan dan sosialisasi anak kepemimpinan dan dinamika kelompok,modeling,reward,punishment,extinction.Hasil-hasil penelitian managemen kelas,persiapan dan pelaksanaan pengajaran yang baik.
3.      Mengurai masalah belajar : pengertian,prinsip,perbedaan individu dalam belajar,model,dan desain belajar,dan prinsip pengajaran.
4.      Pertumbuhan dan perkembangan dalam pendidikan : prinsop dalam perkembangan fisik,kognitif sosial dan kepribadian,kreativitas dan aplikasinya dalam pendidikan.
5.      Motivasi : pengertian,teori,dan aplikasinya dalam pendidikan.
6.      Evaluasi dalam belajar :pengertian,macam,cara menyusun,prosedur penilaian,monitoring kemajuan siswa,validiras dan realibilitas penggunaan statistic dalam pengolahan hasil tes.
7.      Pengetahuan tentang psikologi pendidikan :pengertian,ruang lingkup,tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan.
8.      Pembawaan
9.      Lingkungan fisik dan psikologis
10.  Perkembangan siswa
11.  Proses-proses tingkah laku
12.  Hakekat dan ruang lingkup belajar
13.  Factor yang mempengaruhi belajar
14.  Hukum dan teori belajar
15.  Pengukuran pendidikan
16.  Aspek praktis pengukuran pendidikan
17.  Transfer belajar
18.  Ilmu statistic dasar
19.  Kesehatan mental
20.  Pendidikan membentuk watak/kepribadian
21.  Kurikulum pendidikan sekolah dasar
22.  Kurikulum pendidikan sekolah menengah
23.  Dsb…..

Manfaat dan Tujuan

Untuk membantu para guru dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai pendidikan

Kegiatan Psikologi Pendidikan

1.      Seleksi penerimaan siswa baru
2.      Perencanaan pendidikan
3.      Penyusun kurikulum
4.      Penelitian kependidikan
5.      Administrasi kependidikan
6.      Pemilihan materi pelajaran
7.      Interaksi belajar-mengajar
8.      Pelayanan bimbingan dan konseling
9.      Evaluasi belajar



PSIKOLOGI SEKOLAH
Adalah psikologi yang mempelajari masalah belajar dan emosional pada tiap anak yang keberadaannya berada di lingkungan sekolah.Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik.
Ruang lingkupnya terdiri dari :
1.      Kepala sekolah
2.      Guru
3.      Pegawai
4.      Siswa/i
5.      Dsb,

Manfaat dan tujuannya,dan perannya :
1.      Berkewajiban meningkatkan kualitas sekolah,agar sekolah tersebut memiliki mutu yang lebih baik.
2.      Berkewajiban memberikan penilaian terhadap kualitas guru dan memberikan inovasi baru bagi guru dalam mengajar.
3.      Memberikan penilaian terhadap kinerja sekolah.
4.      Memberikan konseling bagi murid yang memiliki masalah.
5.      Membantu guru bimbingan konseling yang ada di sekolah.
6.      Memberikan ide-ide baru yang dapat meningkatkan mutu sekolah.


Sumber : Belajarpsikologi.com
               Kuliahpsikologi.dekrizky.com
               www.anneahira.com
              www.lcc-ptc.com
              id.wikipedia.7val.com
www.edukasi.kompasiana.com


Demikianlah pembahasan saya pada kesempatan saat ini
Sekian dan Terima Kasih

APA ITU BIMBINGAN SEKOLAH ?

Bimbingan sekolah adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik,baik secara perorangan maupun kelompok agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi,kehidupan sosial,kemampuan belajar,dan perencanaan karir melalui jenis layanan dan kegiatan pendukung,berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Visi bimbingan sekolah adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal,mandiri,dan bahagia.
Misi bimbingan sekolah adalah memfasilitasi perkembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
Misi pengembangan yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah,keluarga,dan masyarakat.
Misi pengentasan masalah yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
Di tambah tujuan bimbingan sekolah yaitu membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal sebagai makhluk tuhan,sosial,dan pribadi,membantu individu dalam mencapai kebahagiaan,mencapai kehidupan yang produktif dalam masyarakat,hidup bersama-sama dengan individu lain,harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya,mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri,mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya seperti sekolah,keluarga,masyarakat,sosial ekonomi,dan kebudayaan,mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasikan dan memecahkan masalahnya,,mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan,minat,bakatnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan,memperoleh bantuan secara tepat dari pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dipecahkan di sekolah tersebut.
Bimbingan bertujuan untuk membantu peserta didik agar memiliki kompetensi mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin atau mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasainya sebaik mungkin.Pengembangan potensi meliputi 3 tahapan,yaitu : pemahaman dan kesadaran (awareness),sikap dan penerimaan (accommodation),dan ketrampilan atau tindakan (action) melaksanakan tugas-tugas perkembangan.


Sumber : www.scrid.com
               www.episentrum.com



Sekian dan Terima Kasih