Minggu, 24 April 2011

SIAPAKAH ANAK YANG MENDERITA KETIDAKMAMPUAN ITU?

Pada pembahasan ini akan dijelaskan secara singkat siapa anak yang menderita ketidakmampuan itu.
Dahulu istilah “ketidakmampuan”(disability) dan “cacat”(handicap) dapat dipakai bersama-sama,tetapi ada yang membedakannya.
Disability adalah keterbatasan fungsi yang membatasi kemampuan seseorang.
Handicap adalah kondisi yang dinisbahkan pada seseorang yang menderita ketidakmampuan.
Para pendidik lebih sering menggunakan istilah “children with disabilities”(anak yang menderita gangguan/ketidakmampuan)ketimbang”Disable children”(anak cacat).Tujuannya adalah member penekanan pada anaknya,bukan pada cacat atau ketidakmampuannya.Anak-anak yang menderita ketidakmampuan juga tidak lagi disebut sebagai “handicapped”(penyandang cacat)
Kita akan mengelompokkan ketidakmampuan dan gangguan(disorder) sebagai berikut :
1.      Gangguan organ indra(sensory)
2.      Gangguan fisik
3.      Retardasi mental
4.      Gangguan bicara dan bahasa
5.      Gangguan belajar(learning disorder)
6.      Attention deficit hyperactivity disorder
7.      Gangguan emosional dan perilaku

GANGGUAN FISIK

a.       Gangguan Ortopedik : Biasanya berupa keterbatasan gerak atau kurang mampu mengontrol gerak karena ada masalah di otot,tulang,dan sendi.

b.      Cerebral Palsy : Gangguan yang berupa lemahnya koordinasi otot,tubuh sangat lemah dan goyah(shaking),atau bicaranya tidak jelas.
           
RETARDASI MENTAL : Kondisi sebelum usia 18 tahun yang ditandai dengan    rendahnya kecerdasan (biasanya nilai IQ-nya dibawah 70 )dan sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari.
a.       Epilepsi : Gangguan saraf yang biasanya ditandai dengan serangan terhadap sensorimotor atau kejang-kejang

b.      Down syndrome : Bentuk retardasi mental yang ditransmisikan secara genetic sebagai akibat adanya kromosom ekstra(kromosom ke-47)

c.       Fragile X syndrome : Bentuk retardasi mental yang ditransmisikan secara genetic sebagai akibat dari kromosom X yang tidak normal

d.      Fetal alcohol syndrome : Serangkaian ketidaknormalan,termasuk retardasi mental dan ketidaknormalan wajah,yang menimpa anak dari ibu yang suka minum minuman beralkohol selama masa kehamilan.

            GANGGUAN BICARA Dan BAHASA : Sejumlah masalah problem bicara(seperti gangguan artikulasi,suara,dan kefasihan)dan problem bahasa(kesulitan untuk menerima informasi dan bahasa ekspresif.
a.       Gangguan artikulasi : problem dalam melafalkan suara secara benar

b.      Gangguan suara : gangguan dalam menghasilkan ucapan,yakni ucapan yang keras,kencang,terlalu keras,terlalu tinggi,atau terlalu rendah nadanya.

c.       Gangguan kefasihan : gangguan yang biasanya disebut “ gagap”

d.      Gangguan bahasa : kerusakan signifikan dalam bahasa reseptif atau bahasa ekspresif anak.

GANGGUAN BELAJAR

a.       Bahasa ekspresif : Kemampuan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan pemikiran dan berkomunikasi dengan orang lain.

b.      Learning disability : Ketidakmampuan dimana anak;punya intelegensi normal dan diatas rata-rata;kesulitan setidaknya dalam satu atau lebih mata pelajaran;dan tidak punya problem atau gangguan lain,seperti retardasi mental,yang menyebabkan kesulitan.

c.       Dyslexia : Kerusakan berat dalam kemampuan membaca dan mengeja.

ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DIORDER : Ketidakmampuan dimana anak secara konsisten menunjukkan satu atau lebih ciri-ciri berikut ini ;kurang perhatian,hiperaktif,dan impulsive.
GANGGUAN PERILAKU dan EMOSIONAL : Problem serius dan terus menerus yang berkaitan dengan hubungan,agresif,depresi,ketakutan yang berkaitan dengan persoalan pribadi atau sekolah,dan juga berhubungan dengan karakteristik sosio-emosional.


Mungkin hanya pembahasan diatas yang saya jelaskan secara singkat.
Sekian dan Terima Kasih


SUMBER : Buku psikologi pendidikan “JOHN W. SANTROCK, edisi kedua.

Kamis, 07 April 2011

Memandang Fenomena Pendidikan Lewat Berbagai Teori

Laura Marsaulina Malau (10-086)

Mentari Manik (10-098)

Khairunisa Pri Utami (10-116)


Ada banyak fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia, ada yang membawa dampak buruk ada pula yang membawa dampak baik. Semua tergantung pada cara kita memandang dan menanggapi setiap fenomena yang terjadi. Berikut ini ada 3 fenomena seputar dunia pendidikan di Indonesia beserta pembahasannya ditinjau dari sudut pandang beberapa teori.


FENOMENA 1 “HOMESCHOOLING”

sumber: hadisupeno.com/pendidikan/57-fenomena-pendidikan-homeschooling.html


Pendidikan Homeschooling saat ini sedang marak-maraknya dilakukan oleh para orang tua kepada anaknya untuk bersekolah tetapi sekolahnya di rumah dengan bantuan guru yang bisa jua gurunya adalah orang tua,guru private,atau para tutor mengajar anak di rumah.Ia tidak terikat pada lembaga pendidikan konvensional seperti sekolah atau lembaga nonformal lainnya.Tetapi kurikulum yang digunakan mengacu pada kurikulum pemerintah.


PEMBAHASAN


1. Teori Psikologi Pendidikan

Berdasarkan teori pendidikan dapat diketahui dalam artikel tersebut bahwa anak-anak dapat memiliki program apa saja yang dia sukai untuk dapat bersekolah salah satunya homeschooling tersebut.Jika dulu homeschooling diperuntukkan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Dengan adanya homeschooling ini,setiap anak dapat mengembangkan potensial yang ada pada dirinya sesuai mata pelajaran yang disukainya secara maksimal,anak homeschooling jua lebih aktif dan serius dalam pembelajaran belajar dirumahnya daripada diluar rumah seperti sekolah. Tapi homeschooling ada jua dampak negatifnya,kurangnya sosialisasi seorang anak terhadap lingkungan luarnya atau kurangnya sosialisasi terhadap teman sebayanya dalam pengalaman hidup.Dan jika anak homeschooling cuma belajar bersama guru atau tutor yang mengajarinya,dan gak adanya persaingan untuk mencapai prestasi atau sebuah peringkat atau juara siapa yang paling pintar diantara yang pintar atau diantara teman-teman sebayanya.itu salah satu dampak negatifnya homeschooling.


2. Teori Pendidikan Keluarga

Dalam pembahasan teori ini terhadap artikel tersebut bahwa anak-anak yang homeschooling walaupun tidak belajar di sekolah namun mereka dapat belajar di rumah bersama keluarganya.dalam hal ini anak hanya bersosialisasi dengan keluarganya tanpa adanya teman sebaya nya.Keluarga bisa dianggap sebagai pengganti temannya sehingga keluarga yang tinggal bersamanya dalam satu rumah dianggap sudah seperti temannya.Misalnya peran orang tua sebagai keluarganya yang sekarang dekat padanya yaitu mengetahui segala perasaannya yang sedang sedih,kacau,maupun senang,pembentuk kepribadian mental, sikap dan perilaku anaknya kepada orangtuanya.Dalam hal ini peran orang tua terhadap anaknya sangat penuh dalam hal apapun yang masih berada di lingkungan keluarganya.Orang tua dapat mengetahui,mengontrol,dan menasehati perilaku2 anak yang baik maupun yang tidak baik daripada jika anak berada di sekolah dan juga dapat mengompakkan antara anak dan orang tua.Jika berada di sekolah tentu saja orangtua hanya sepintas tahu bagaimana perilaku anaknya itupun kalau dikasi tahu oleh gurunya.itu makanya orangtua salah satunya memilih homeschooling utk dapat anaknya dapat belajar dengan baik


3. Teori Bimbingan Sekolah

Dalam pembahasan dari teori bimbingan sekolah dapat diketahui dalam artikel tersebut bahwa anak-anak homeschooling dapat belajar dengan baik dan dapat mengekspresikan dirinya atau mengembangkan bakatnya,membentuk kepribadian dan karakter sifat anak tersebut sesuai pengetahuan yang didapatnya dari tutor atau guru tanpa harus belajar di sekolah.sistem pengajarannya sama seperti sistem pengajaran/kurikulum yang dibuat oleh pemerintah yaitu dengan dibantu oleh guru-guru atau tutor yang datang ke rumah untuk belajar bersama anak tersebut.Memang dalam teori Gadner dikatakan bahwa intelegensi setiap anak berbeda-beda walaupun begitu bukan berarti anak yang belajar di rumah intelegensi lebih rendah dari pada anak2 reguler yang biasa belajar di sekolah.malah dapat kita lihat dari pembahasan artikel diatas,anak2 yang homeschooling lebih bagus nilainya atau lebih tinggi nilainya pada saat ujian nasional daripada anak2 reguler biasa yang belajar di sekolah.itu salah satunya menunjukkan sebenarnya ada jua manfaat keduanya2 anak di sekolahkan di salah satunya tersebut.


FENOMENA 2 “KEBOCORAN UAN”

sumber: http://fenomenapendidikan.blogspot.com/2010/05/kebobrokan-pendidikan-di-indonesia.html


Ujian Akhir Nasional merupakan tolak ukur bagi para pelajar untuk dapat menerima predikat lulus dalam menamatkan pendidikannya. Ujian Akhir Nasional yang memiliki standar nilai kelulusan cukup tinggi menjadi momok menakutkan untuk para pelajar. Kebanyakan pelajar merasa cemas akan tidak lulus, pihak sekolah sendiripun akan merasa malu bila para siswa di sekolahnya tidak dapat lulus dalam Ujian Akhir Nasional. Ketakutan pihak sekolah dan para pelajar tersebutlah yang akhirnya membuka cela untuk mencoreng nama baik UAN dengan melakukan berbagai kecurangan untuk dapat meluluskan para pelajar.


PEMBAHASAN


1. Teori Psikologi Pendidikan

Teori psikologi pendidikan tentu saja mengajarkan etika yang baik bagi pengajar ataupun pelajar dalam proses pembelajaran. Namun bila pada kasus seperti fenomena diatas tentunya itu sudah melenceng jauh. Nama pendidikan sudah tercoreng oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Perilaku curang dalam ujian nasional akan menjadi pengajaran yang buruk bagi para penerus bangsa. Seharusnya para guru memberikan motivasi para pelajar agar mau bekerja keras untuk mendapat nilai ujian yang baik, bukan malah meluruskan tindakan pelajar yang menyalah.


2. Teori Pendidikan Keluarga

Keluarga adalah faktor yang sangat mempengaruhi sikap dan perilaku seorang anak, apabila seorang anak dididik oleh keluarga yang baik tentunya anak tersebut akan bertingkahlaku baik pula. Namun jika sang anak tidak di berikan pengajaran yang baik dirumah maka dalam bermasyarakat tentunya sang anak juga akan bermasalah. Dalam kasus kecurangan unjian nasional sebenarnya peran keluarga atau orang tua memiliki andil yang cukup besar. Apabila sedari kecil orang tua sudah menanamkan nilai kejujuran pada sang anak tentunya anak tidak akan mau melakukan kecurang pada ujian nasional. Dan bila orang tua juga telah mengenalkan sikap berjiwa besar dalam menerima kekalahan sang anaknya tentunya tidak akan begitu cemas untuk menghadapi ujian akhir nasional.


3. Teori Bimbingan Sekolah

Sekolah sebagai rumah kedua para pelajar, sudah selayaknya menjadi tempat bernaung dan belajar bagi para pelajar. Penanaman nilai-nilai kejujuran dan etika yang telah dibawa dari rumah seharusnya dapat diterapkan disekolah. Namun jika akhirnya malah terjadi kejadian seperti kebocoran ujian akhir nasional didalam sekolah, dapat dipastikan sekolah tersebut tidak menjujung nilai kejujuran dan sportifitas. Pihak sekolah belum mampu untuk mendidik perilaku para pelajarnya karena perilaku pihak sekolah sendiri masih belum benar.


FENOMENA 3 “EKONOMI PENGHAMBAT PENDIDIKAN”

sumber: http://www.infogue.com/viewstory/2008/11/05/menelusuri_fenomena_pendidikan_di_tanah_air/?url=http://leaderfir.blogspot.com/2008/10/menelusuri-fenomena-pendidikan-di-tanah.html

Bukan menjadi rahasia umum jika uang adalah pengatur segala macam urusan di negara ini. Uang adalah hal terpenting bagi seseorang untuk dapat memenuhi hal yang diinginkannya. Begitu juga dengan pendidikan di negeri ini yang dapat diraih jika seseorang memiliki uang yang cukup. Di Indonesia masih banyak daerah terpencil yang belum terjangkau pendidikan. Masyarakat daerah terpencil yang sudah mengenyam bangku pendidikan mendapat porsi pendidikan yang berbeda dengan masyarakat kota dikarenakan kekurangan biaya, tenaga pengajar, sarana prasarana sekolah, dan masih banyak lagi hal yang menjadi faktor mengapa pendidikan begitu langka di beberapa tempat di tanah air bahkan pelaksanaan pendidikan di Indonesia kurang merata terkesan tidak diperdulikan.


PEMBAHASAN


1. Teori Psikologi Pendidikan

Berdasarkan teori psikologi pendidikan ada beberapa tindakan yang bisa ditawarkan sekalipun hanya untuk sekedar meminimalisir ketidakseimbangan antara pendidikan di desa dan dikota antara lain

a. Membentuk pandangan positif mengenai pentingnya pendidikan

b. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.

c. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling.

d. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.

e. Menciptakan iklim belajar yang kondusif.

f. Berinteraksi secara tepat dengan siswanya.

g. Menilai hasil pembelajaran yang adil

h. memperhatikan minat dn prestasi siswa khususnya siswa yang kurang mampu


2. Teori Pendidikan Keluarga

Keluarga didesa dengan keluarga di kota memang memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Mulai dari cara pandang dan berfikir sampai cara mendidikan seorang anak. Kebanyakan keluarga didesa tidak begitu memprioritaskan pendidikan anaknya, terutama anak perempuan yang dianggap hanya akan tinggal dirumah. Dengan keterbatasan keluarga didesa pihak yang paling bertanggungjawab untuk fenomena ini adalah pemerintah. Pemerintah harus lebih memperhatikan semua masyarakat dari berbagai macam kalangan. Bila pemerintah mau tanggap untuk melakukan sosialisasi tentunya pola pikir masyarakat desa akan bisa lebih maju (desa= daerah terpencil)


3. Teori Bimbingan Sekolah

Sekolah didaerah terpencil tentunya sangat jauh berbeda dengan sekolah didaerah perkotaan. Sarana prasarana yang berbeda, tenaga pengajar yang kekurangan dan akses menuju sekolah yang kurang baik membuat pendidikan jadi begitu mahal. Semua hal tersebut tergantung pada kebijakan pemerintah, apabila pemerintah mau memperhatikan pendidikan didaerah terpencil seperti tenaga pengajar yang baik sarana dan prasarana yang bagus pendidikan di sekolah-sekolah daerah terpencil akan dapat maju dan setara dengan pendidikan didaerah kota besar.

Sabtu, 12 Maret 2011

"BUNDA"

BUNDA,
Kau begitu berharga buatku……
Kau begitu berarti buatku……
dan Kau begitu sempurna buatku…..

BUNDA,
Kau tahu apa yang aku inginkan……
Kau tahu apa yang aku rasakan……..
dan Kau tahu hal apapun yang ada padaku………

BUNDA,
Sungguh begitu besar pengorbananmu untukku…..
Sungguh begitu besar kasih sayangmu padaku….
dan sungguh begitu besar kasih setiamu padaku….

Kau mengajarkanku tentang banyak hal,
Cinta…..Kasih…….maupun cara berperilaku……..
Semua y itu kau berikan padaku,
Satu hal pun tak terlupakan bagimu….

Atas semua itu yang KAU berikan padaku,HAL apakah yang mampu aku berikan padamu untuk membalas smua y itu……..?
Satu hal pun gk akan mampu membalas semua y itu…!

Kebahagiaanmu adalah segalanya bagiku
Aku gak akan mampu melihat kesedihan di wajahmu,
dan aku gak akan mampu melihat engkau mengeluarkan air mata….
Apalagi terlebih padaku,….
SUNGGUH……..SUNGGUH……SUNGGUH
Tidak sanggup…..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

BUNDA,
Tak ada satu orangpun yang bisa menggantikanmu dihatiku,
Karna tempatmu begitu special dihatiku,
Tetaplah selamanya bersamaku…?
Tetaplah menjagaku…..
dan tetaplah menjadi “BUNDA TERBAIKKU”
.


Sekian postingan puisiku dengan tema “BUNDA”…….
Sekiranya dapat bermanfaat untuk semua teman2 yang membaca postingan ini,
Dan saya berpesan sekiranya janganlah pernah menyia-nyiakan ibu kita dan janganlah sampe membuat hatinya “SEDIH”

Sekian dan Terima Kasih……….

MOTIVASI,PENGAJARAN,dan PEMBELAJARAN dalam PENDIDIKAN

Apakah motivasi itu ?
Motivasi adalah proses yang memberi semangat,arah,dan kegigihan perilaku dalam didri seseorang.
Perspektif tentang motivasi antara lain sebagai berikut :
A. Perspektif behavioral yaitu menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi peserta didik.Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negative yang dapat memotivasi perilaku peserta didik.

B. Perspektif Humanistis yaitu menekankan pada kapasitas peserta didik untuk mengembangkan kepribadian,kebebasan untuk memilih nasib mereka,dan kualitas positif(seperti peka terhadap orang lain).perspektif ini berkaitan erat dengan pandanganabraham maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskandahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi.menurut hierarki kebutuhan maslow,kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut;

1. Fisiologis : lapar,haus,tidur

2. Keamanan(safety) : bertahan hidup,seperti perlindungan dari perang dan kejahatan

3. Cinta dan rasa memiliki : keamanan(security),kasih sayang,dan perhatian dari orang lain.

4. Harga diri : menghargai diri sendiri.

5. Aktualisasi diri : realisasi potensi diri.

C. Prspektif kognitif,pemikiran peserta didik akan memandu motivasi mereka.perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W WHITE(1959),yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi,yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif,menguasai dunia mereka,dan memprosesinformasi secara efisien.White mengatakan bahwa orang melakukan hal-hal tersebut bukan karena kebutuhan biologis,tetapi karena orang punya motivasi internal untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif.

D. Perspektif sosial

Apakah ada jenis orang yang termotivasi untuk berada di sekitar banyak orang?atau apakah anda lebih suka di rumah dan membaca buku?Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman.

MOTIVASI UNTUK MERAIH SESUATU

1. Motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain(cara untuk meraih tujuan)motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman.misalnya,murid belajar keras untuk mendapatkan nilai yang baik.

2. Motivasi intrinsic adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri.misalnya,murid belajar karena menyenangi mata pelajaran itu sendiri.

MOTIVASI,HUBUNGAN DAN KONTEKS SOSIOKULTURAL

1. Motif sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalaman dengan dunia sosial(henry murray,1938) misalnya kebutuhan sosial murid direfleksikan dalam keinginan mereka untuk popular dimata teman sebaya dan kebutuhan punya satu kawan akrab atau lebih,dan keinginan untuk menarik di mata orang yang mereka sukai.

2. Hubungan sosial;hubungan murid dengan orang tua,teman sebaya,kawan,guru dan mentor,dan orang lain,dapat memengaruhi prestasi dan motivasi sosial mereka.

KONTEKS SOSIOKULTURAL

Status sosioekonomi dan etnisitas;diversitas prestasi yang ada di dalam setiap kelompok cultural,juga penting untuk membedakan antara perbedaan dan defisiensi(kekurangan).sering kali,prestasi murid minoritas etnis terutama murid afrika amerika,latino,dan suku asli amerika diinterpretasikan berdasarkan standar kulit putih berstatus sosioekonomi menengah.mereka diinterpretasikan sebagai murid yang kurang(deficit) berprestasi,padahal pokok masalah sebenarnya adalah perbedaan cultural.

MURID BERPRESTASI RENDAH dan SULIT DIDEKATI

JERE BROPHY(1998)mendeskripsikan stategi untuk meningkatkan motivasi dua jenis murid yang susah didekati dan berprestasi rendah ini;
1. Murid yang tidak bersemangat ; murid berprestasi rendah dengan kemampuan rendah yang kesulitan untuk mengikuti pelajaran dan punya ekspektasi prestasi yang rendah,murid dengan sindrom kegagalan,dan murid yang terobsesi untuk melindungi harga dirinya dengan menghindari kegagalan.

2. Murid berprestasi rendah dengan ekspektasi kesuksesan yang rendah ; murid jenis ini perlu terus menerus diyakinkan bahwa mereka bisa mencapai tujuan dan menghadapi tantangan yang telah anda tentukan untuk mereka dan anda perlu membantu mereka untuk mencapai sukses.

3. Murid dengan sindrom kegagalan ; sindrom kegagalan adalah murid memiliki ekspektasi rendah untuk meraih kesuksesan dan menyerah saat menghadapi kesulitan awal.

4. Murid yang termotivasi untuk melindungi Harga dirinya dengan menghindari kegagalan.berikut ini beberapa strategi mereka untuk melindungi harga diri dan menghindari kegagalan mereka(Covington&Teel,1996) yaitu:

a. Nonperformance;strategi paling jelas untuk menghindari kegagalan adalah tidak mau mencoba,misalnya tidak mau menjawab pertanyaan guru tetapi guru berharap memanggil murid lain.

b. Berpura-pura;agar tidak dikritik karena tidak mau mencoba,beberapa murid tampak berpartisipasi tetapi dia melakukannya demi menghindari hukuman,bukan untuk sukses.misalnya,pura-pura bertanya meskipun mereka sudah tahu jawabannya.

c. Menunda-nunda,menunda-nunda belajar menjelang ujian

d. Menentukan tujuan yang tak terjangkau

e. “kaki kayu akademik”,murid mengakui kelemahan personal kecil agar kelemahannya yang lebih besar tidak diketahui.misalnya,murid mungkin mengaitkan hasil buruk ujian dengan kecemasan yang dialaminya.

Martin Covington dan rekan-rekannya(Covington,1992,1998;Covington&Teel,1996;Covington,Teel&Parecki,1994)mengusulkan sejumlah strategi untuk membantu murid mengurangi kesibukannya melindungi harga dirinya dan menghindari kegagalan :

a. Beri murid tugas yang menarik dan memicu rasa ingin tahu mereka.

b. Buat sistem imbalan/hadiah sehingga semua murid bukan hanya murid yang cerdas dan berprestasi saja dapat memperoleh hadiah itu jika mereka mau berusaha keras.

c. Bantu murid menentukan tujuan yang menantang namun realistis,dan beri mereka dukungan akademik dan emosional dalam rangka mencapai tujuan itu.

d. Perkuat asosiasi antara usaha dan harga diri.

e. Dorongan murid untuk memegang keyakinan positif terhadap kemampuan mereka sendiri.

f. Tingkatkan hubungan guru-murid dengan menekankan peran anda sebagai sumber daya manusia yang akan membimbing dan mendukung usaha pembelajaran murid,bukan berperan sebagai figure otoriter yang mengontrol perilaku murid



Menurut saya,dengan adanya motivasi yang menunjang para peserta didik baik dari orang lain maupun dari dalam diri mereka sendiri,membuat mereka lebih terampil dalam belajar dan mereka lebih bersemangat dalam belajar sehingga mereka mendapatkan nilai bagus atau yang sesuai dengan keinginan mereka dan bukan karena keterpaksaan.dengan demikian mereka dapat bertanggung jawab atas tugas2 mereka secara mandiri sehingga mereka dapart meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka sendiri.



SUMBER : JOHN W. SANTROCK




Sekian lah postingan saya untuk hari ini.

Sekian dan Terima Kasih.

MEDIA PEMBELAJARAN dalam PENDIDIKAN





Pertama sekali kita akan membahas perencanaan instruksional?
Perencanaan adalah pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untuk merencanakan pelajaran….
Perencanaan instruksional dalam kerangka waktu untuk menyusun rencana waktu yang sistematis membutuhkan pengetahuan tentang apa2 yang diperlukan dan kapan melakukannya.
Berikut ini adalah salah satu contoh rencana dan tugas(Douglass&Douglass,1993)

Apa yang perlu dilakukan ?
1.      Menentukan tujuan instruksional(apa yang harus saya capai?)
2.      Merencanakan kegiatan (apa yang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan?)
3.      Menentukan prioritas(tugas mana yang lebih penting?)

Waktu yang melakukannya
4.      Membuat estimasi waktu(berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap kegiatan?)
5.      Membuat jadwal(kapan kegiatan akan dilakukan?)
6.      Fleksibel(bagaimana saya akan menangani situasi yang tak terduga?)

Dalam melaksanakan semua nya itu ada 2 media pembelajaran yaitu :
a.       Pembelajaran berpusat pada peserta didik(learned centered learning) :merupakan pembelajaran yang lebih berpusat kepada kebutuhan ,minat,bakat,dan kemampuan peserta didik sehingga pembelajaran akan menjadi sangat bermakna(meaningful)peserta didik akan termotivasi untuk belajar walaupun ia tidak diawasi oleh pengajarnya.peserta didik ikut serta dalam merumuskan,mengembangkan,dan memproses mata pelajaran.peserta didik dituntut untuk aktif dan bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri.

Pembelajaran yang menekankan aktifitas pengajar kepada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik(learned/student centered learne)memiliki beberapa karakteristik yang mendukung pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi,antara lain:

                               I.            Paradigma atau pola piker pengajar yang memberikan pengajaran dengan dominasi pengajar berubah ke pembelajaran yang menekankan aktifitas peserta didik.
                            II.            Pengajaran yang tertutup atau terpisah dan tidak melibatkan masyarakat beserta lingkungan menjadi terbuka atau terpadu dengan masyarakat.
                         III.            Melibatkan peserta didik  sebagai subjek atau mitra(partner)dalam proses pembelajaran.
                         IV.            Peserta didik dilibatkan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
                            V.            Disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik.
                         VI.            Mengajak peserta didik untuk belajar di luar lingkungan kelas atau sekolah atau kampus yang dapat menstimulasi semangat belajarnya.
                      VII.            Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mewujudkan potensi dan masa depanmnya secara bermakna.


b.      Pembelajaran perencanaan pelajaran teacher-centered
Ada 3 alat umum yang berguna dalam perencanaan tersebut yaitu menciptakan sasaran behavioral(perilaku),menganalisis tugas,dan menyusun taksonomi(klasifikasi)instruksional.

I.                   Menciptakan sasaran behavioral(behavioral objectives)adalah pernyataan tentang perubahan yang diterapkan oleh pengajar akan terjadi dalam kinerja murid.menurut Robert mager(1962),sasaran behavioral harus spesifik.mager percaya bahwa sasaran behavioral harus mengandung 3 bagian yaitu :

a.       Perilaku murid.fokus pada apa yang akan dipelajari atau dilakukan murid.
b.      Kondisi dimana perilaku terjadi menyatakan bagaimana perilaku akan dievaluasi atau dites.
c.       Kriteria kinerja yaitu menentukan level kinerja yang dapat diterima.

II.                Menganalisis tugas adalah alat yang difokuskan pada pemecahan suatu tugas kompleks yang dipelajari peserta didik menjadi komponen-komponen(Alberto&Troutman,1999).analisis ini dapat melalui tiga dasar(Moyer&Dardig,1978):

a.       Menentukan keahlian atau konsep yang diperlukan murid untuk mempelajari tugas.
b.      Mendaftar materi yang dibutuhkan untuk melakukan tugas,seperti kertas,pensil,kalkulator,dansebagainya.
c.       Mendaftar semua komponen tugas yang harus dilakukan.

III.             Menyusun taksonomi instruksional yaitu

a.       Domain kognitif(Bloom dkk,1956)

1.      Pengetahuan
2.      Pemahaman
3.      Aplikasi
4.      Analisis
5.      Sintesis


b.      Domain afektif(Krathwohl,Bloom,&Masia,1964)

1.      Penerimaan
2.      Respons
3.      Menghargai
4.      Pengorganisasian
5.      Menghargai karakterisasi

c.       Domain psikomotor :menghubungkan aktifitas motor dengan pendidikan fisik dan atletik,tetapi banyak subjelk lain,seperti menulis dengan tangan dan pengolahan kata,juga membutuhkan gerakan.

1.      Gerak reflex : merespon suatu stimulus secara reflex tanpa perlu banyak berpikir.
2.      Gerak fundamental dasar : melakukan gerakan dasar untuk tujuan tertentu.
3.      Kemampuan perceptual : menggunakan indera untuk melakukan sesuatu.
4.      Kemampuan fisik : mengembangkan daya tahan,kekuatan,fleksibilitas,dan kegesitan.
5.      Gerakan terlatih : melakukan ketrampilan fisik yang kompleks dengan lancer.
6.      Perilaku nondiskusif : mengomunikasikan perasaan dan emosinya melalui gerak tubuh.


Menurut saya yang paling bagus media pembelajarannya adalah pembelajaran yang difokuskan atau terpusat pada peserta didik(learner centered learning)karena peserta didik dapat belajar lebih bersemangat dengan bantuan teknologi yang ada serta tidak adanya pengekangan kepada mereka dari si pengajar tersebut dan peserta didik jua dapat mengekspresikan dirinya dalam belajar tidak hanya secara mono ton dalam ruangan ketemu dengan si pengajar untuk belajar melainkan melalui teknologi yang ada walaupun tidak bertatap muka secara langsung dengan si pengajar,si peserta didik tetap bisa ikut serta dalam pembelajaran yang dibuat secara efektif dan kreatif oleh si pengajar tadi yang melalui hanya dengan teknologi yang ada misalnya dalam bertatap muka dengan layar computer yang ada didepan mata oleh si peserta didik dengan pengajarnya tadi….

SUMBER :  JOHN W. SANTROCK
                 DR MUNIR, M.IT.




Sekian dan Terima Kasih